6 Potensi Problem Kesehatan Yang Perlu Anda Lawan Sejak Dini

Layaknya program investasi, menjaga kesehatan sejak jauh hari merupakan cara agar hari tua Anda tak dibebani dengan berbagai penyakit yang tentunya akan menurunkan kualitas hidup. Sebagai langkah awal, ketahui risiko penyakit apa saja yang bisa timbul seiring dengan pertambahan usia. Beberapa poin berikut ini bisa menjadi panduan awal Anda dalam investasi kesehatan.

Kanker Payudara


Secara statistik, kasus kanker payudara lebih banyak menimpa perempuan berusia di atas 50 tahun. Meskipun demikian, itu bukan berarti Anda boleh lengah terhadap ancaman kanker payudara semasa muda. Ada banyak hal yang bisa menjadi pemicu breast cancer. Beberapa diantaranya adalah faktor genetik, obesitas, breast density yang tinggi, dan gaya hidup tak sehat. Sebagai upaya pencegahan kanker payudara, Anda perlu menjaga berat badan agar tidak mencapai level obesitas. Hal ini dapat diperoleh dengan pengaturan porsi maupun gizi makanan. Usahakan juga untuk berolahraga secara teratur.

Mengurangi konsumsi alkohol dan berhenti merokok juga akan mengurangi risiko. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah untuk tak terlalu sering terpapar radiasi dari tes-tes medis, seperti X-rays maupun CT scans karena bisa meningkatkan risiko kanker payudara. Selalu perhatikan payudara Anda. Bila merasakan sesuatu yang janggal, baik terkait bentuk atau rasa tak nyaman, segera konsultasikan dengan dokter. Deteksi dini kanker payudara cenderung diiringi dengan tingkat kesembuhan yang tinggi.

Risiko Diabetes


Diabetes yang umum dialami orang dewasa adalah diabetes tipe 2. Pada perempuan, risikonya meningkat seiring pertambahan umur terutama memasuki usia 40-an. Diabetes tipe 2 disebabkan kondisi tubuh tidak memproduksi cukup insulin atau tidak mampu memprosesnya dengan benar sehingga kadar gula darah meningkat. Beberapa faktor yang mempengaruhi hal ini adalah obesitas, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, kurangnya aktivitas fisik, dan riwayat diabetes dalam keluarga.

Waspadalah bila level gula darah sudah memasuki rentang pre-diabetes, yakni antara 100 mg/dL – 125 mg/dL. Jika Anda berada di tahap tersebut, maka Anda sangat berisiko mengalami diabetes tipe 2. Diabetes tipe 2 juga mengintai perempuan yang pada masa kehamilan mengalami gestational diabetes (terjadi hanya pada masa kehamilan). Kunci utama antisipasi diabetes adalah pengaturan porsi makan serta olahraga sehingga berat badan Anda tidak berlebihan. Biasakan pola makan yang teratur, termasuk sarapan, untuk menjaga gula darah tetap stabil dan perhatikan porsi konsumsi karbohidrat dan makanan mengandung gula. Olahraga selama 30 menit per hari juga membantu menjaga kadar gula darah.

Leher Rahim


Anda yang berada di rentang usia 35-55 tahun wajib menaruh perhatian serius pada kesehatan leher rahim atau disebut juga serviks. Pasalnya pada jangkauan usia tersebut lah kasus kanker serviks banyak terjadi. Penyebab dominan dari penyakit ini adalah Human Papilloma Virus (HPV) yang menyebar melalui kontak kulit, umumnya aktivitas seksual (vaginal, anal, dan oral). Merokok, obesitas, serta kurang asupan buah dan sayur akan meningkatkan risiko terjangkit kanker serviks. Pada tahap awal, penyakit kanker serviks tidak menimbulkan gejala sehingga Anda sangat disarankan untuk melakukan screening secara berkala sejak dini.

Pap test atau Pap smear yang bertujuan untuk memindai adanya perubahan sel di serviks yang berpotensi kanker dapat dilakukan mulai usia 20-an. Sementara itu, jika sudah memasuki usia 30-an, Anda dapat melakukan HPV test untuk mengetahui keberadaan HPV pada serviks. Selain itu, periksa juga riwayat vaksinasi Anda. Cari tahu apakah saat kecil atau remaja Anda sudah mendapat vaksin HPV. Harus diingat bahwa meskipun Anda sudah mendapat vaksinasi, melakukan tes tetaplah penting. Jika belum divaksinasi, konsultasikan dengan dokter tentang apa yang perlu Anda lakukan terkait hal tersebut. Selain hal-hal itu, menjaga kesehatan melalui pola makan yang baik serta berolahraga juga penting untuk menjaga kesehatan Anda.

Kolesterol Tinggi


Sebagai perempuan, kontrol kolesterol Anda terbantu dengan hormon estrogen yang memacu peningkatan High Density Cholesterol (HDL). HDL berfungsi untuk menyingkirkan Low Density Cholesterol (LDL) yang dapat menghasilkan plague di arteri dan menyumbatnya sehingga menyebabkan stroke maupun serangan jantung. Seiring pertambahan usia, terutama saat menopause di mana level estrogen berkurang, level LDL pun meningkat. Artinya, risiko stroke dan penyakit jantung juga meningkat.

Untuk mengontrol kadar kolesterol Anda dan mencegah penyakit jantung atau stroke, pola hidup sehat perlu dilakukan sejak dini. Anda harus bijak dalam mengonsumsi makanan dengan saturated fat atau trans fat seperti daging, susu, keju, dan mentega. Cukupi kebutuhan serat melalui sayur, buah, whole grains, atau sumber serat lain. Berolahraga selama 30 menit setiap hari dapat menurunkan risiko stroke dan serangan jantung. Hentikan kebiasaan merokok yang dapat menurunkan tingkat HDL.

Kesehatan Mata


Kemampuan mata secara alamiah akan berkurang seiring proses penuaan. Memasuki usia 40-an, Anda lebih rentan mengalami presbiopi, yakni berkurangnya kemampuan lensa mata untuk fokus pada objek jarak dekat. Anda dapat memperlambat proses penurunan fungsi mata dengan beberapa cara, seperti memperhatikan jarak mata dengan objek baca, memberi waktu istirahat pada mata saat menggunakan gadget, serta melindungi mata dari hal berbahaya seperti polusi dan sinar gadget.

Dengan bertambahnya usia, Anda juga lebih berisiko terkena katarak, yaitu gumpalan molekul protein yang dapat mengganggu penglihatan. Untuk mengantisipasinya, sejak dini gunakan kacamata 100% UV filter di luar ruang. Konsumsilah ikan karena mengandung Omega 3 Fatty Acids yang terbukti menurunkan risiko katarak. Tes kesehatan mata untuk antisipasi kerusakan lain, seperti glaucoma dan Age-related Macular Degeneration.

Pengeroposan Tulang


Menurut statistik berbagai riset, kondisi pengeroposan tulang atau osteoporosis lebih banyak menimpa perempuan. Perlu juga Anda ketahui bahwa memasuki usia 30-an, masa tulang mulai berkurang. Saat menopause, risiko osteoporosis semakin tinggi karena berkurangnya estrogen yang berfungsi memproteksi tulang. Ada beberapa cara untuk mendiagnosis osteoporosis, mulai dari physical exam hingga tes kepadatan tulang. Konsultasikan dengan dokter tentang prosedur yang tepat untuk memeriksakan kesehatan tulang Anda.

Mencukupi kebutuhan kalsium per hari penting untuk tulang. Kebutuhan kalsium 1.000 miligram per hari bisa Anda penuhi dengan mengonsumi susu, yogurt, bayam, dan sebagainya. Vitamin D membantu penyerapan kalsium. Cukupi kebutuhan vitamin D sebanyak 600 IU per hari dengan mengonsumsi salmon atau telur atau dengan berjemur pagi hari selama 10-15 menit yang membantu pembentukan vitamin D di kulit. Konsumsi juga makanan yang mengandung vitamin K, magnesium, dan zinc. Berolahragalah agar proses boneloss melambat dan otot kuat. Hindari minuman beralkohol yang dapat mempersulit tubuh menggunakan kalsium. Merokok juga meningkatkan risiko osteoporosis.

 

BAGIKAN HALAMAN INI: