AQUA: Dari Alam kembali ke Alam

Sebagai komitmen untuk tetap menjaga lingkungan dan alam, pabrikan air minum dalam kemasan Aqua melakukan berbagai kegiatan berbasis sosial dan lingkungan di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Di daerah ini, Aqua memiliki dua pabrik yang terdapat di Keboncandi, dan Pandaan. Dari dua wilayah itulah, Aqua memulai berbagai macam kegiatan sosialnya yang mencakup beberapa aspek, antara lain konservasi keragaman hayati, mendirikan koperasi, memberikan pelatihan membatik untuk para perempuan, dan memberikan edukasi terkait bank sampah kepada anak berusia dini yang bersekolah di PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini).

Untuk menjalankan semua kegiatan tersebut, Aqua menggandeng beberapa mitra, antara lain dengan Social Invesment Indonesia (SII) untuk mengadakan pelatihan membatik di desa Mendalan, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan. “Program membatik ini, kami lakukan sejak tahun 2010, hingga saat ini ada 10 perempuan (ibu-ibu dan anak remaja) yang aktif di dalamnya. Kami menyediakan pelatihan juga semua peralatan yang dibutuhkan untuk membatik,” ujar Hari Wicaksono, Koordinator Tanggung Jawab Sosial Perusahaan PT Tirta Investama Pabrik Keboncandi. Produk batik yang dihasilkan, akan dijual melalui online ataupun pemesanan oleh beberapa Instasi Pemerintahan. “Dengan adanya pelatihan ini, kami bisa ikut serta memperdayakan perempuan,” tambah Hari. Diakuinya, jika saat ada pesanan batik, bisa sampai 200 potong yang dikerjakan oleh mereka. Satu potong kain batik berkisar mulai dari Rp165,000-Rp200,000. Aqua juga mendirikan koperasi Simpan Pinjam Tiga Serangkai Sejahtera yang memiliki sekitar 870 anggota aktif. “Awalnya kami hanya menerapkan model filantropi atau pemberian sumbangan. Namun, kami melihat agar program bisa berkesinambungan, kami perlu melakukan pemberdayaan masyarakat dan ekonomi,” ujar Hari

Kemudian di sisi lingkungan, Aqua bersama KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) telah menandatangani MoU untuk penanaman pohon di kawasan TNBTS (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru) seluas 17 ha dan 7 ha dengan Perhutani yang akan dikelola bersama sebagai area konservasi. Pada kegiatan ini, Aqua juga menggandeng komunitas Jelang Senja untuk penanaman 30.000 pohon per tahun. Dan setiap pohon yang ditanam akan dimasukkan dalam database pohon secara online dengan Geo Tagging untuk mempermudah memonitoring perkembangan tanamannya.

Tidak sampai di situ, untuk melakukan pelestarian alam dengan skala yang lebih besar, Aqua menggaget mitra Yayasan Satu Daun yang memiliki pengalaman terkait konservasi lingkungan untuk penanaman aneka ragam hayati di dalam hutan seluas 21 ha di kelurahan Ledug. Program yang sudah berjalan sejak 2013 hingga saat ini, sudah mencapai 6,9 ha yang ditanami oleh berbagai tumbuhan dan penanaman yang direncanakan hingga 2020 ini ditargetkan hingga 3000 pohon.

Tidak hanya soal alam dan lingkungan saja, Aqua juga memberikan pelatiha sejak dini untuk mulai menjaga lingkungan hidup dengan memberikan pelatihan Bank Sampah di PAUD desa Jatianom, Karangjati, Pandaan. Program yang disebut Scalling (Sekolah Cerdas Anak Rmah Lingkungan) ini, diharapkan dapat membentuk kesadaran anak-anak sejak dini akan lingkungan sekitarnya. “Setiap anak diwajibkan membawa sampah jenis plastik dan akan dikumpulkan di bank sampah. Kemudian hasilnya akan digunakaan untuk biaya operasional sekolah,” ujar Mulyono Wibisono, CSR Coordinator Aqua Pandaan.

 

 

 

BAGIKAN HALAMAN INI: