Didiet Maulana Lakukan Riset Untuk Rancang Busana Pernikahan Tradisional

Di area yang mungil, sebuah kebaya putih sederhana berdiri manis di antara beberapa pakaian adat dari daerah lain. Itu adalah busana yang dikenakan penyanyi bersuara jazzy, Andien, pada akad pernikahannya dua tahun lalu. “Tadinya Andien tak berniat melangsungkan akad nikah dengan kebaya, tapi setelah lihat saya post satu foto klien mengenakan kebaya di Instagram, dia telepon saya dan bilang, ‘aku mau pakai kebaya.’ Karena waktunya tak banyak, untuk padanan kebaya itu, saya pinjamkan kain yang dipakai nenek saya menikah pada tahun 1947,” kisah Didiet Maulana kepada kami di booth-nya dalam satu wedding fair di Sheraton Grand Jakarta Gandaria City Hotel.

Rancangan Didiet memang bisa mengubah keputusan mode calon pengantin. Tapi lebih dari itu, ia sendiri pun secara sengaja memberi influence pada klien-kliennya untuk mereka mengenakan rancangan busana tradisional dalam pernikahan. Bagi Didiet, kultur busana tradisional Indonesia kaya akan nilai dan untuk mengangkat kekayaan inilah, ia mempromosikan rancangan-rancangan busana tradisional pada klien-kliennya. “Banyak klien yang tadinya berencana untuk pakai busana pernikahan modern akhirnya berubah pikiran setelah kami berdiskusi,” ungkap Didiet. Saat ini, 90% order busana pengantin yang datang untuk lini Svarna by IKAT Indonesia adalah untuk busana tradisional. Sisanya adalah pesanan gaun malam atau modern bridal (pada awal terbentuk, Svarna memang tak khusus diperuntukkan bagi pakaian pengantin tradisional, melainkan sebagai lini premium dari IKAT Indonesia).

Dalam mendesain wedding attire, Didiet tak mau bila harus seutuhnya mengikuti kemauan klien. Desainer kelahiran tahun 1981 ini memberi konteks kolaborasi pada relasinya dengan pelanggan. Proyek mendesain busana pernikahan untuknya adalah kegiatan mengolah mimpi calon pengantin yang ia dapat dari sesi diskusi awal menjadi satu konsep matang nan sarat makna dan estetika. Oleh karena itu, saling percaya antara kedua belah pihak amat ditekankan Didiet dalam menggarap satu proyek. Setelah ia mendapat gambaran tentang keinginan klien mengenai pernikahan impian, ia akan melakukan riset langsung ke daerah. “Riset yang saya lakukan tentu disesuaikan dengan busana tradisional daerah mana yang ingin dipakai calon pengantin. Saya sudah ke berbagai daerah, mulai dari Aceh, Palembang, Madura, Bali, Toraja hingga Rote. Saat melakukan fitting, saya akan menunjukkan video riset,” jelas Didiet.

Melihat serangkaian proses yang terlibat dalam pembuatan pakaian pernikahan yang dilakukan Didiet, wajar saja bila ia mensyaratkan alokasi waktu enam bulan sampai satu tahun untuk mengerjakan itu semua. Selain terpakai untuk meriset sejarah, pakem, dan filosofi busana tradisional satu daerah, waktu tersebut juga diperuntukkan bagi produksi kain sesuai dengan konsep yang telah ia persiapkan. Ber-partner dengan Didiet dalam menciptakan pakaian pengantin bukan lagi soal biaya bahan per meter. Ia dengan tegas akan menolak order bila yang klien hiraukan melulu perihal budget, atau juga bila klien sekadar ingin membeli rancangan siap pakai atau ingin dibuatkan pakaian persis dengan satu model. Katanya, “Kalau itu yang diinginkan klien, saya akan menyarankan mereka untuk ke Pasar Mayestik saja.”

Sentuhan kreatif jelas menjadi satu added value lain yang Anda akan terima bila menjadi klien Didiet Maulana dalam membuat busana pengantin. Namun creative twist tersebut selalu ia jaga agar tetap sesuai dengan pakem dan signature silhouette satu busana tradisional. “Melalui riset, saya akan tahu sejauh mana ruang saya untuk “bermain” dalam merancang busana tradisional,” jelas Didiet sembari menunjukkan foto Baju Bodo off-shoulder yang ia buat untuk salah seorang klien. Saat pengerjaan busana rampung, ia tak begitu saja lepas tangan. Perancang yang selalu berupaya membalut elegansi kreasinya dengan nuansa personal klien dalam mendesain ini juga akan turut andil dalam penentuan aksesori hingga makeup dan hairdo agar semua elemen tampilan padu sempurna. Di tangan Didiet, totalitas look pengantin adalah wujud totalitas konsep.

BAGIKAN HALAMAN INI: