Fitri Tresnawida: Sukses Dengan Luxury Travel

her role - fitria

her role - fitria

Keahliannya dalam menyelesaikan suatu masalah dan menganalisa membuat Fitri Tresnawida sukses mendirikan sebuah bisnis luxury travel, dREAMSCAPE.

Marie Claire (MC): Bagaimana awal mula Anda mendirikan dREAMSCAPE?
Fitri Tresnawida (FT): Ketika saya lihat lagi ke awal mulanya, saya tidak memiliki perencanaan bisnis untuk usaha ini. Saya sempat mengalami culture shock waktu pertama pindah lagi ke Indonesia karena gaya hospitality di luar negeri dan di Indonesia sangat berbeda. Di sini gajinya kecil, padahal kemampuan yang saya miliki bisa mendapat lebih dari itu. Waktu itu saya baru saja memiliki anak dan ingin bekerja dengan waktu yang lebih fleksibel. Jadi saya memutuskan untuk membuat dREAMSCAPE sebagai selingan, mengombinasikan antara kegemaran saya traveling dan hospitality. Karena sering traveling, saya memiliki banyak pengetahuan tentang berbagai daerah dan negara. Setelah memulai bisnis ini, saya menyadari ternyata yang banyak diminati adalah luxury travel. Kebetulan saya juga sering bertemu dengan orang yang memiliki posisi pimpinan, lalu mulai menawarkan bisnis ini dan yang merespon adalah orang-orang kaya. Mereka menggunakan jasa saya untuk membantu mereka seperti private assistant. Pekerjaan saya di antaranya adalah mencari tahu risiko yang akan dihadapi ketika ingin pergi ke suatu tempat atau minta tolong untuk dicarikan sesuatu. Hal itu yang kemudian membuka jalan untuk networking saya. Klien kami mulai membicarakan bisnis ini ke teman-temannya dan menyebarkan kontak saya.

MC: Sudah sepuluh tahun bergelut di bidang luxury travel agency, apa yang membuat Anda tetap bersemangat menjalankan bisnis ini?
FT: Yang membuat saya selalu semangat adalah masalah yang saya hadapi selalu berbeda. Saat berada dalam proses penyelesaian masalah, saya mengalami suatu perkembangan dan belajar banyak hal melalui proses tersebut. Saya juga harus belajar mengatur orang, mengatur keuangan. Dulu saya tidak pernah membayangkan akan memimpin sebuah perusahaan seperti saat ini. Saat ini saya tidak tahu apa langkah selanjutnya, saya yakin jika saya selalu belajar, semua akan berjalan dengan baik.

MC: Apa yang membedakan dREAMSCAPE dengan luxury travel agency lainnya?
FT: Kami menawarkan cerita dan pengalaman. Menurut saya, pengalaman adalah waktu. Jadi kalau Anda menginginkan sebuah pengalaman, maka Anda seperti membeli waktu. Itulah yang membuat pengalaman begitu mahal harganya.

MC: Apa tantangan tersulit yang Anda hadapi dalam bisnis ini?
FT: Sumber daya manusia dan pelatihan. Kami memutuskan membuka pusat pelatihan yang berfungsi untuk memilih orang yang berbeda, memberi giliran kepada mereka agar tidak bosan mejalani kariernya dan saat mereka keluar, kami memiliki program regenerasi. Jadi siapapun yang menggantikan posisinya akan lebih cepat menyesuaikan diri dan melanjutkan pekerjaan. dREAMSCAPE adalah sebuah agen perjalanan yang dapat memecahkan masalah. Untuk menjadi tim dREAMSCAPE, Anda harus bisa memberi solusi untuk setiap masalah. Paling tidak Anda memiliki 2-3 pilihan solusi, karena klien akan menuntut kami untuk bekerja secara detail. Jika Anda memiliki lebih banyak solusi dari pada masalah, Anda akan dapat mengerjakan apapun, di mana pun, dan orang akan selalu membutuhkan Anda. Karena sebanyak apapun gelar yang Anda miliki, jika tidak dapat menyelesaikan masalah, Anda tidak akan bisa melakukan apapun.

MC: Bagaimana dengan tantangan saat menghadapi klien?
FT: Bisnis ini cukup rumit karena setiap klien memiliki keinginan yang berbeda. Baru-baru ini kami sedang melayani klien yang ingin pergi ke sebuah perkebunan anggur di Paris yang menduduki posisi kedua dalam deretan vineyard termahal di dunia. Sebagai the most wanted vineyard, kebun anggur ini tidak memperbolehkan sembarang orang untuk masuk. Masalahnya lagi, klien kami sangat kaya, tapi pemilik kebun anggur itu jauh lebih kaya. Butuh waktu sepuluh bulan untuk bernegosiasi, namun akhirnya kami berhasil. Jujur saja saya tidak ingin sering mendapat permintaan seperti itu

MC: Setiap orang tentunya pernah mengalami masa sulit. Bagaimana cara Anda menghadapi masa-masa sulit tersebut?
FT: Saya akan memberi tubuh dan pikiran saya waktu untuk istirahat dan melakukan sesuatu yang lain yang saya suka. Saya juga selalu mengingatkan diri sendiri apa yang saya suka tentang kehidupan dan mengubah sikap agar kondisi saya kembali baik. Karena saat merasa down saya tidak akan dapat melihat jawaban yang dicari. Jadi melakukan yang terbaik, melakukan hal-hal yang saya suka dan berhenti memikirkan masalah sampai siap untuk menyelesaikannya.Tapi saya juga menyadari, ada kalanya kita tidak dapat menyelesaikan masalah dan harus meminta bantuan orang lain.

MC: Pernahkah Anda mengalami keraguan dalam menjalani bisnis Anda?
FT: Tentu saja pernah. Ragu akan sesuatu itu adalah hal yang positif. Memiliki kesuksesan dalam berbisnis dan dikenal banyak orang membuat saya semakin sadar diri. Ketika saya belum menjadi seseorang, saya tidak akan memiliki keraguan itu. Tetapi saat orang sudah mengenal saya, setiap kesalahan yang dilakukan adalah bagian dari profesionalitas. Karena apapun yang saya lakukan orang akan mengetahuinya.

MC: Anda sangat menyukai traveling, apakah bisnis ini termasuk mimpi Anda sejak dulu?
FT: Saya sampai di posisi saat ini bukan karena saya memiliki mimpi ketika remaja untuk mendirikan suatu luxury travel agency, tetapi karena saya menyelesaikan masalah satu persatu. Menurut saya, setiap pebisnis yang sukses  bukan karena mereka duduk dan memimpikan sesuatu. Mereka sukses karena mereka menyelesaikan masalah satu persatu hingga akhirnya meraih hasil yang memuaskan. Selain menyukai traveling, saya juga orang yang sangat pandai menganalisa dan memecahkan masalah. Saya memperhitungkan, mencari tahu dan membuat sesuatu menjadi lebih mudah. Saya harus membuktikan bahwa saya berhak untuk mendapatkan pengalaman tersebut. Untuk sukses dalam suatu karier, Anda harus suka melakukan hal-hal yang membosankan dan sulit. Kalau Anda dapat melakukan itu, yang lain akan menjadi lebih mudah. Orang kebanyakan hanya ingin melakukan sesuatu yang menyenangkan dan membuang hal-hal yang buruk. Anda tidak dapat melakukan hal itu karena dunia tidak bekerja demikian.

MC: Sebagai perempuan karier yang sudah berkeluarga, bagaimana dukungan suami dan keluarga mempengaruhi karier Anda?
FT: Saya harus berada di lingkungan orang-orang yang mendukung saya dan saya termasuk anti terhadap orang-orang yang memiliki sifat negatif. Sebenarnya kita membutuhkan kenegatifan itu untuk memberi acuan dan belajar bagaimana cara menghadapinya dan agar dapat lebih menghargai apa yang saya miliki. Perusahaan ini butuh saya untuk tetap positif karena kami harus menyelesaikan suatu masalah, begitu juga dengan anak dan suami saya. Saat mengalami masa-masa sulit, mereka akan menyalurkan energi positif mereka kepada saya. Karena setiap hari saya sudah berkutat dengan masalah, jadi saya tidak perlu menambah masalah dengan hal-hal yang negatif. Itu sebabnya saya sangat memilih orang-orang yang dapat berada di hidup saya, bukan karena sombong, tetapi saya memang membutuhkan energi positif tersebut.

MC: Apa yang Anda lakukan untuk menghabiskan waktu luang?
FT: Saya biasanya memasak. Selain menjadi hobi kedua, saya juga memiliki gelar dalam bidang memasak. Dengan memasak saya bisa menjadi lebih tenang. Lalu biasanya saya akan pergi ke rumah yang ada di Bali bersama dengan suami untuk menikmati sunset, bersantai, tanpa memikirkan apapun, dan menjauhi alat elektronik.

BAGIKAN HALAMAN INI: