Four Seasons Jimbaran; Destinasi Untuk Pleasure Seeker dan Soul Searcher

Tradisi yang agung, lanskap yang mengagumkan dan tentu saja, berbagai pilihan spa treatmet atau yoga center yang dapat ditemukan di berbagai sudut pulau tersebut membuat Bali menjadi salah satu destinasi wellness yang paling populer saat ini.

Salah satu wellness center yang patut Anda kunjungi ketika ke Bali adalah The Healing Village Spa di Four Seasons Jimbaran.

Dibangun pada tahun 1993 di sebuah lanskap yang penuh undakan seperti sawah-sawah di Bali, Four Seasons Jimbaran bisa dikatakan sebagai salah satu pioneer dalam menghadirkan akomodasi yang tidak hanya memuaskan jiwa para pleasure seeker, namun juga para soul searcher. Hal inilah yang membawa saya mengunjungi resor tersebut awal Oktober lalu.

Suasana rileks langsung saya rasakan ketika memasuki lobi resor tersebut. Seorang staf langsung menghampiri saya dengan membawa semangkuk air pemberkatan. Dengan lembut ia memercikkan air tersebut ke kedua belah tangan saya, ia kemudian menginstruksikan saya untuk mengusap air tersebut ke wajah dan leher saya. “Setiap orang yang datang ke pulau Bali harus selalu diberkatinya,” ungkapnya sambil tersenyum. Setelah itu, ia menyematkan kelopak bunga Kamboja di telinga saya. “Selamat datang di Bali,” lanjutnya sambil membungkukkan badan. Ah, saya merasa begitu siap untuk menikmati short break saya. Dengan kelopak bunga Kamboja di telinga saya dan pemandangan laut biru lepas  di depan mata saya, I feel so blessed.

Dengan sebuah golf cart, saya dibawa ke villa saya, Premiere Villa yang baru saja direnovasi dan dibuka kembali pada pertengahan tahun 2017 ini. Villa ini memiliki plunge pool yang langsung menghadap ke teluk jimbaran dan memungkingkan kita untuk menikmati langsung pemandangan matahari terbenam.

 

Agenda pertama saya ketika sampai di resor adalah mengunjungi Healing Village Spa, wellness center Four Seasons Jimbaran. Terapis di sana menganjurkan saya memilih spa treatment Suara Jimbaran, salah satu signature spa yang dihadirkan Four Seasons Jimbaran. Kembali lagi menaiki golf cart, saya dibawah ke Bale Nirwana yang terletak di ujung resor dan langsung berada di pinggir teluk dab menjadi pusat program yoga yang dinamis dan meditasi. . The Healing Village Spa di Four Seasons Bali menyerap nilai-nilai tradisional Bali untuk memberi kesegaran tubuh dan menyembuhkan kondisi fisik yang lelah.

Seorang terapis telah siap menunggu saya dengan senyumnya yang menenangkan. Sesuai namanya, treatment ini menggunakan elemen suara di dalam prosesnya. Saat saya berbaring, terapis meletakkan sebuah kalung besi di dada saya selama satu menit yang berfungsi memberi elemen ketenangan terhadap tubuh. Lalu terapis membunyikan gong khas Bali beberapa kali sehingga pikiran saya mulai terpusat. Yang terdengar hanyalah suara debur ombak dari kejauhan. Setelah sesi pijat di seluruh tubuh, treatment dilanjutkan dengan pijat menggunakan glass stone dengan aloe vera dan geranium butter, kemudian dilanjutkan dengan face treatment menggunakan wild basil dan neroli yang melembapkan.

Keesokan hari, saya memulai pagi saya dengan ikut kelas Yin Yoga yang juga dilakukan di Bale Nirwana. Ini adalah pertamakalinya saya mencoba Yin Yoga, yang memiliki gerakan lebih pelan dan bertujuan untuk memberi keseimbangan dan merupakan praktik pelengkap untuk Yang Yoga atau juga dikenal dengan Hatha Yoga. Yin Yoga menargetkan pada gerakan sendi dibanding otot. Jika Hatha yoga bertujuan untuk menghangatkan dan mengaktivasi tubuh, Yin bertujuan untuk menenangkan tubuh. Tepat seperti yang saya butuhkan waktu itu.

Pose-pose dalam Yin Yoga dilakukan dalam period waktu lebih lama untuk memperkuat ligamen dan tendon. Pada level fisik, gerakan-gerakan ini meningkatkan sirkulasi dan fleksibilitas tubuh, dan pada level yang lebih subtle, itu membantu memperbaiki fungsi organ dan emotional wellbeing.

Praktek wellness di Four Seasons Jimbaran Bali terinspirasi dari folosofi Sekala Niskala (the seen and the unseen). Apa yang terlihat dan tidak terlihat. Hal tersebut bertujuan menyeimbangkan energi yang dimiliki manusia dan alam yang dipercaya selalu terdiri dari 2 elemen. Karena itu, menyediakan waktu untuk ritual keagamaan, atau melakukan meditasi menjadi elemen penting untuk menyeimbangkan dua energi berlawanan tersebut.

 

BAGIKAN HALAMAN INI: