Kini, Kehamilan Aman Bagi Penderita Kanker Payudara

Kehamilan menjadi salah satu hal sulit yang dapat dialami oleh penderita kanker payudara. Utamanya mereka khawatir bahwa perubahan hormon yang terjadi saat hamil dapat memicu kekambuhan. Namun, sebuah penetian terbaru yang dilakukan oleh sejumlah peneliti di Institut Jules Bordet di Brussels, Belgia menemukan bahwa penderita kanker payudara dapat menjalani masa kehamilan dengan aman.

Pertumbuhan angka penderita kanker payudara terus meningkat setiap tahunnya dan merupakan penyakit dengan kasus terbanyak kedua setelah kanker serviks. Mengutip profil kesehatan Indonesia tahun 2008, jumlah penderita kanker payudara mencapai 5.207 kasus pada tahun 2004. Kemudian meningkat menjadi 7.850 kasus pada tahun 2005, 8.328 kasus pada tahun 2007 dan sebanyak 8.277 kasus pada tahun 2008.

Sementara itu, berdasarkan estimasi Globocan, International Agency for Research in Cancer (IARC) untuk Indonesia angka kematian akibat kanker payudara adalah 16.6 kematian per 100.000 penduduk pada tahun 2012. Sedangkan data Kementerian Kesehatan RI menunjukkan bahwa penyakit kanker payudara memiliki prevelansi tertinggi pada tahun 2013 yakni mencapai o,5% atau sebanyak 61.682 penderita dengan terbanyak terdapat di Yogyakarta.

Penelitian yang dilakukan melibatkan lebih dari 1.200 korban kanker payudara dan lebih dari setengahnya memiliki tumor yang pertumbuhannya dipicu oleh estrogen. Seperti dikutip dari AP, periset membandingkan 333 perempuan hamil yang rata-rata didiagnosis untuk kanker payudara dalam kurun waktu 2.5 tahun dengan 874 penderita kanker payudara lainnya dengan tipe tumor. Setelah lebih dari 12 tahun setelah pembuahan, terjadi tingkat kekambuhan serupa pada kedua kelompok.

Bahkan, terdapat 64 ibu menyusui untuk anak mereka dan 25 di antaranya yang melaporkan dengan sukses. Dr. Richard Schilsky, kepala petugas medis untuk American Society of Clinical Oncology mengungkapkan keyakinannya bahwa perempuan penderita kanker payudara tidak perlu khawatir untuk menjalani masa kehamilan.

Selain itu, sebuah studi besar yang sedang berlangsung di AS dan negara-negara lain membuat penelitian ini selangkah lebih maju. Mereka juga menguji apakah aman bagi penderita kanker payudara yang ingin hamil untuk menangguhkan sementara penggunaan obat penghambat hormon seperti tamoxifen yang biasanya direkomendasikan selama lima tahun setelah pemeriksaan awal untuk pengobatan.

BAGIKAN HALAMAN INI: