Novita Lubis: Peran Perempuan di Pasar Modal Indonesia

Namanya berhasil meraih penghargaan Anugerah Perempuan Indonesia 2016 kategori Sekuritas atas perannya dalam memajukan pasar modal Indonesia. Meskipun ia mengakui bahwa penghargaan tersebut adalah sebuah apresiasi yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Sebagai sosok perempuan pengusaha yang banyak berkecimpung dalam bidang pasar modal, Novita juga ternyata banyak mengikuti isu-isu perempuan yang sedang berkembang. Salah satu yang menjadi fokus perhatiannya ialah Pengarusutamaan Gender (PUG). Kepada Marie Claire Indonesia, Novita banyak bercerita mengenai perannya dalam bidang pasar modal dan keinginannya untuk perempuan Indonesia.

Bisa ceritakan bagaimana perjalanan karier Anda?

Saya bekerja sejak tahun 1997, dimulai dengan menjadi auditor di Kantor Akuntan Publik PricewaterhouseCoopers (PwC) selama hampir 5 tahun sampai dengan tahun 2002. Pekerjaan ini memberikan bekal yang sangat penting bagi karir saya saat ini. Di sana saya belajar bekerja secara sangat profesional dan terstruktur. Sebagai auditor di PwC, klien-klien saya berasal dari berbagai macam sektor seperti manufaktur, keuangan (perbankan, sekuritas, asuransi, dan lainnya), produsen barang-barang konsumsi, migas dan energi, telekomunikasi, dan lain-lain. Penugasan-penugasan di PwC tersebut memberikan kesempatan kepada saya untuk mempelajari keuangan dan operasional dari dari berbagai macam sektor usaha.

Setelah merasa memiliki bekal pengetahuan dan pengalaman yang memadai sebagai auditor, saya merasa perlu untuk meningkatkan kemampuan saya di salah satu sektor yang menurut saya sangat menarik karena pengaruhnya kepada sektor usaha lainnya, yaitu sektor Pasar Modal. Karena itu, sejak tahun 2002 saya berkecimpung di Pasar Modal, dalam hal ini perusahaan sekuritas, sampai dengan saat ini.

Selama lebih dari 20 tahun berkarier di bidang perbankan dan sekuritas, tentunya ada suatu hal khusus yang menjadi passion Anda. Apakah pekerjaan saat ini sesuai dengan passion Anda?

Benar, bekerja di bidang Pasar Modal, khususnya sektor sekuritas merupakan passion saya. Bidang pasar modal pada khususnya dan sektor keuangan lainnya pada umumnya seperti perbankan, asuransi, multifinance memang sangat menarik, karena sesungguhnya sektor ini merupakan penggerak bagi sektor lainnya terutama dalam hal dukungan pendanaan untuk berbagai macam jenis usaha baik dalam bentuk pinjaman maupun ekuitas/modal saham.

Secara sederhana, kita dapat meminjam dana dari perbankan baik untuk kebutuhan modal kerja maupun investasi barang modal. Sementara untuk bidang pasar modal dan industri sekuritas sendiri, salah satu fungsi utamanya adalah membantu perusahaan yang ingin mendapatkan pendanaan, baik dalam bentuk pinjaman seperti obligasi, MTN, dan lainnya maupun dalam bentuk tambahan modal saham melalui penerbitan saham baru.

Dari sepanjang perjalanan karier Anda, Apa pencapaian terbesar Anda? Baik dalam karier maupun secara personal.

Secara karier, saya ikut berpartisipasi untuk memajukan pasar modal Indonesia dan ini merupakan pencapaian yang secara personal saya rasakan. Banyak deal yang saya tangani memperoleh awards/penghargaan dari berbagai media internasional bagi PT Bahana Securities yang tentunya menjadi bagian dalam kemajuan Pasar Modal Indonesia.

Kemudian, ikut berpartisipasi dalam berbagai landmark deal pasar modal dalam membantu berbagai perusahaan, baik BUMN maupun Swasta, dalam melakukan aksi korporasi dan menggalang dana, yang pada akhirnya membantu dan mengisi pembangunan bangsa dan Negara yang saya rasakan merupakan kepuasan tersendiri.

Terkait dengan pencapaian tersebut, apa yang membuat Anda bangga sebagai perempuan?

Sebagai perempuan yang bekerja, saya sangat bangga karena saat ini semakin banyak perempuan Indonesia yang bekerja dengan sangat produktif dan memberikan kontribusi baik secara ekonomi maupun kehidupan sosial bagi negara kita dan diakui kiprahnya oleh masyarakat baik di dalam maupun di luar negeri.

Adakah isu-isu perempuan yang menjadi fokus Anda saat ini?

Ya, yaitu mengenai Pengarusutamaan Gender atau disingkat PUG. Ini merupakan strategi yang dilakukan secara rasional dan sistimatis untuk mencapai dan mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender dalam sejumlah aspek kehidupan manusia (rumah tangga, masyarakat dan negara), melalui kebijakan dan program yang memperhatikan pengalaman, aspirasi, kebutuhan dan permasalahan perempuan dan laki-laki ke dalam perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi dari seluruh kebijakan dan program diberbagai bidang kehidupan dan pembangunan. Hal tersebut bukan berarti bahwa saya dan kaum perempuan umumnya ingin diberikan keistimewaan di atas laki-laki, melainkan kesetaraan perlakuan dan pandangan dalam berbagai segi kehidupan.

Kebetulan saya pernah menghadiri undangan dari Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengenai Pengarusutamaan Gender pada akhir 2016 lalu. Di sana sekitar 20 wanita berdiskusi mengenai topik ini dan merupakan diskusi yang sangat menarik. Salah satu yang saya soroti adalah mengenai pendidikan perempuan di mana meskipun partisipasi siswi sekolah/mahasiswi sudah cukup tinggi namun masih diperlukan perubahan sudut pandang dalam masyarakat. Contoh sederhananya adalah apabila terdapat keterbatasan dana rumah tangga maka pendidikan masih diutamakan bagi anak laki-laki. Di sinilah peran negara dapat hadir dengan alokasi APBN bidang pendidikan terutama untuk menyamakan kesempatan bagi kaum perempuan untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

Menurut saya, pola pikir inilah yang secara perlahan harus diubah, karena perempuan juga memiliki hak yang sama untuk pendidikan. Jadi, tidak lama semua diutamakan untuk anak laki-laki, karena perempuan yang maju dalam pendidikan dia juga akan berdaya dan memberdayakan perempuan lainnya. Jadi, tidak ada lagi perbedaan antara laki-laki dan perempuan dan menurut saya ini menjadi pekerjaan ruman kita bersama.

BAGIKAN HALAMAN INI: