Perjuangan Melawan Perubahan Iklim Akan Tetap Berlanjut

Image: REUTERS/Francois Mori/Pool

Uni Eropa telah menolak permintaan Donald Trump untuk menegosiasikan kembali Paris Climate Agreement dan berjanji akan tetap mengikutsertakan Washington dalam bekerja sama dengan para pemimpin bisnis Amerika Serikat dan para gubernur negara bagian untuk melaksanakan komitmen kesepakatan bersejarah tersebut.

Presiden Donald Trump telah membuat keputusan bahwa Amerika Serikat menarik diri dari Paris Climate Agreement pada 1 Juni 2017 lalu di Gedung Putih. Menurut Trump, Paris Climate Agreement adalah sebuah keputusan yang tidak menguntungkan Amerika Serikat. “ Paris Climate Agreement adalah contoh terbaru dari Washington yang menandatangani sebuah kesepakatan yang merugikan Amerika Serikat terhadap keuntungan eksklusif negara-negara lain,” ungkap Donald Trump.

Menurut lansiran The Guardian, kurang dari 24 jam Donald Trump mengumumkan penarikan diri Amerika Serikat dalam Paris Climate Agreement dan menawarkan kesepakatan baru kepada negara-negara lain, Brussels langsung menyatakan penolakan untuk melakukan perundingan tersebut.

Uni Eropa akan memutus hubungan secara langsung Gedung Putih dengan negara bagian Amerika Serikat dan perusahaan besar yang telah berjanji untuk menegakkan kesepakatan tersebut.

Pada tahun 2015 di Paris, hampir 200 negara setuju untuk mengurangi emisi gas rumah kaca guna mencegah perubahan iklim yang akan terjadi secara perlahan jika suhu mencapai 2⁰C atau lebih tinggi di atas era pra-industri.

Organisasi Meteorologi Dunia PBB mengatakan skenario terburuk dari kemunduran Amerika Serikat adalah bertambahnya kenaikan suhu global sebanyak 0,3⁰C menjelang akhir abad ini.

Donald Tusk, Presiden Dewan Eropa mengatakan bahwa keputusan Donald Trump menarik diri dari Paris Climate Agreement merupakan sebuah kesalahan besar. Ia juga mengatakan bahwa perjuangan melawan perubahan iklim akan terus berlanjut dengan atau tanpa Amerika Serikat.

Presiden Prancis, Emmanuel Macron juga menyatakan kekecewaannya terhadap keputusan Presiden Amerika Serikat tersebut.

“Saya menghargai keputusan tersebut (kemunduran Amerika Serikat dari Paris Climate Agreement), namun saya rasa keputusan tersebut merupakan sebuah kesalahan bagi Amerika Serikat dan untuk planet kita. Wherever we live, whoever we are, we all share the same responsibility: make our planet great again,” ungkap Macron.

Presiden Macron juga mempersilahkan para peneliti perubahan iklim, insinyur dan entrepreneurs agar datang ke Prancis untuk melanjutkan apa yang sudah mereka dilakukan dalam upaya melawan perubahan iklim. “Datang dan bekerjalah bersama kami disini (Prancis), bekerjasama untuk menemukan solusi nyata untuk iklim dan lingkungan kita. Saya dapat memastikan kepada Anda bahwa Prancis tidak akan menyerah (dalam melawan perubahan iklim),” begitu lanjut Presiden Macron dalam pidatonya pada 2 Juni 2017 lalu.

BAGIKAN HALAMAN INI: