Personal Branding : Kunci Sukses di Era Millenial

 

Personal branding menjadi dua kata yang mulai banyak diperbincangkan dalam beberapa tahun terakhir. Sebagian menganggap bahwa kata itu hanyalah sebuah tren baru dalam dunia kerja di mana seseorang memiliki nilai layaknya sebuah brand. Padahal, personal branding bisa menjadi kunci sukses di era millenial.

Dunia kerja bergerak secara dinamis dan begitu membuka diri terhadap perubahan. Profesionalisme kerja pun kini memiliki aspek beragam yang terangkum dalam format penilaian. Mungkin Anda merupakan salah satu aset terbaik perusahaan. Anda merasa percaya diri dengan kecerdasan, kegigihan serta loyalitas kepada perusahaan. Namun, tidak ada salahnya untuk melakukan evaluasi diri terhadap beberapa pertanyaan yang menyangkut karier Anda, seperti apakah kinerja saya selama ini cukup, benarkah saya sudah profesional, bagaimana orang menilai saya, peningkatan karier seperti apa yang saya inginkan, serta seberapa terlihat saya dibandingkan dengan rekan-rekan.

Pertanyaan-pertanyaan tersebut kemudian akhirnya mengerucut kepada satu pertanyaan, siapa Anda sebagai seorang profesional? Hal ini pula yang kemudian melahirkan istilah personal branding pada pertengahan 1990. Tom Peters, penulis bisnis manajemen asal Amerika mengungkapkan bahwa Anda adalah pemilik perusahaan Anda sendiri atau ia menyebutnya dengan Me Incorporation. Istilah ini mengibaratkan bahwa brand tidak lagi dimiliki oleh suatu produk atau jasa, melainkan juga diri secara personal atau dengan kata lain Anda sebagai pemilik dari sebuah brand.

Personal branding juga lahir dari semakin ketatnya persaingan dalam dunia kerja. Menurut Leila Mona Ganiem, doktor komunikasi Universitas Indonesia, persaingan yang terjadi dalam dunia kerja telah memunculkan satu fenomena baru, yakni konseptualisasi individu di mana seseorang memfokuskan diri untuk menunjukkan keunggulan dan kualitasnya terhadap publik. “Semakin banyak orang yang memiliki kemampuan yang sama kemudian hal ini menjadi umum. Kemudian, orang mulai berpikir untuk memiliki konsep individu yang menonjolkan sisi kreatifnya, kemampuannya, serta kekuatan yang membuatnya memiliki sebuah nilai yang akhirnya dapat menarik orang lain,” ucap Mona.

Namun, di Indonesia personal branding masih dianggap sebelah mata. Personal branding belum dianggap sebagai suatu kunci yang akan meningkatkan karier seseorang. Erwin Parengkuan, Personal Branding Specialist mengungkapkan bahwa banyak jajaran top manajemen pun baru sekadar mengetahui istilah itu dan belum memahaminya secara mendalam. “Banyak yang tidak paham dan mereka hanya memikirkan komponen utama dalam diri mereka saja, seperti kemampuan, nilai dan tingkah laku. Padahal, ada komponen tambahan yang juga harus mereka penuhi untuk dapat terlihat menonjol dibanding yang lain, seperti tampilan, keaslian dan keunikan,” ucap Erwin.

Selain itu, definisi pengembangan karier saat ini lebih dari sekadar mendapatkan pekerjaan yang baik, tetapi juga merasa sukses dan terhubung seiring dengan usaha dalam membangun kehidupan profesional yang sesuai dengan tujuan Anda. Roger Pua, Senior Director, Corporate Communication for Asia Pasific Linked In mengungkapkan bahwa saat ini, personal brand yang kuat adalah kunci untuk membuka berbagai peluang di masa depan, sehingga para profesional dapat terlihat menonjol dan istimewa dibanding yang lain, tanpa terkesan terlalu membesarkan ataupun merendahkan diri.

Personal Branding For Everyone

Mungkin sebagian orang berpikir bahwa personal branding hanyalah diperuntukkan bagi mereka yang telah memiliki pekerjaan tetap dan mapan. Tetapi dalam kenyataannya tidak sama sekali. Personal branding dapat dimiliki oleh siapapun. Hal yang membuatnya terasa lebih spesial adalah dari bagaimana cara Anda membangunnya, mengembangkannya dan mempertahankannya hingga personal branding tersebut menjadi daya tarik utama yang membuat karier Anda kian cemerlang.

Tussy Hapsary, Executive Vice President Weber Shandwick Indonesia mengungkapkan bahwa personal branding sangat penting untuk dimiliki oleh perempuan karier. Karena menurutnya, personal branding akan memberikan reputasi yang signifikan terhadap profesionalitas Anda sebagai pekerja. “Reputasi adalah sebuah two way product. Artinya, reputasi perusahaan atau organisasi di mana kita bekerja mungkin dapat berdampak pada reputasi kita sebagai individu, tetapi juga sebaliknya. Reputasi kita sebagai individu mungkin juga dapat berimbas pada reputasi perusahaan atau organisasi di mana kita bekerja,” ucap Tussy.

Reputasi ini terbentuk dengan sikap-sikap Anda yang secara konsisten memberikan persepsi yang baik di mata rekan sesama profesionalitas. Jika diibaratkan, personal branding adalah kesan pertama yang muncul ketika seseorang menyebutkan nama Anda atau mendengar nama Anda. Ini menjadi sama halnya dengan acara blind date yang pernah Anda ikuti ketika masa perkuliahan dulu. Masih ingatkah Anda persiapan yang dilakukan agar terlihat menonjol dibanding teman-teman Anda yang cantik? Sehingga Anda mendapatkan kesan pertama yang tidak dapat dilupakan oleh teman kencan Anda. Pembentukan personal branding juga demikian. Mungkin Anda tidak secantik teman Anda, tetapi Anda memiliki keunikan tersendiri yang kemudian membuat Anda terlihat lebih menarik dan mendapatkan perhatian yang lebih besar. The key is being unique and different.

“Menjadi berbeda adalah hal baik. Ketika hampir semua orang memiliki tugas dan kemampuan yang sama dengan Anda, maka Anda perlu menambahkan komponen tambahan untuk membuat Anda “berbeda” dari yang lain,” ucap Erwin. Tiga hal penting dalam komponen tambahan ialah tampilan, keaslian dan keunikan yang perlu Anda kembangkan secara optimal.

Tussy mengaku selalu melakukan persiapan khusus ketika bertemu dengan klien atau mitra kerja untuk memberikan kesan khusus dan berbeda. Persiapan khusus tersebut dimulai dari pemilihan outfit yang sesuai dengan pertemuan yang akan dihadiri. Sebagai perempuan karier yang menekuni bidang Public Relation, Tussy sadar bahwa salah kostum dapat berakibat sangat buruk, karena first impression yang didapat akan berhubungan langsung dengan image yang tertanam dalam benak klien ketika melihat tampilan Anda. Selanjutnya adalah penguasaan topik dan karakter orang yang akan ditemui, seperti profil, pekerjaan, bisnis dan lain sebagainya. “Ini juga sangat penting, karena personal branding yang sudah kita bangun dari tampilan fisik bisa rusak kalau kita terlihat tidak menguasai informasi,” ucap Tussy.

Dalam membangun personal brandingnya, Tussy juga membangun sebuah karakter khusus yang membuatnya menonjol dibandingkan dengan rekan kerjanya yang lain. Karakter khusus yang direpresentasikan oleh Tussy menyangkut kepada dua hal, yaitu profesi dan keluarga. “Di dua hal tersebut saya adalah seorang perempuan karier dan ibu. Karakter ini saya bangun untuk memberikan persepsi saya sebagai seorang profesional yang tidak hanya mengedepankan track record dalam pekerjaan, tetapi juga pada saat yang bersamaan publik juga melihat saya sebagai seorang ibu yang memiliki keluarga dan anak-anak. Sehingga disamping sebagai perempuan karier dengan ambisi dan profeionalisme yang kuat, opini sebagai a normal woman who lovbes her family, juga tetap memanusiawikan saya sebagai pribadi.”

Pertahankan dengan Konsistensi

Mengutip istilah Mona, brand is not a lipstick, yang ketika selesai digunakan maka akan hilang secara perlahan. Brand yang Anda bangun ditujukan untuk tetap lekat dan bertahan lama. Bukan hanya ditujukan untuk sementara waktu atau sekadar kamuflase. Personal branding juga tidak bisa dibangun dalam waktu singkat dan instan. Anda membutuhkan tahapan dan konsistensi diri. “Bagaimana seorang Lady Gaga dapat dikenali sebagai penyanyi pop yang begitu unik dan eksentrik? Hal itu terlihat dari setiap penampilan Gaga yang begitu terlihat “berbeda”, dari pakaiannya, dekorasi panggung, eklusivitas, serta aksesoris yang selalu membuat Gaga lebih eksentrik dibanding dengan penyanyi lainnya,” ucap Erwin.

Ketika Anda memiliki personal branding yang kuat, Anda akan lebih banyak menarik perhatian publik, membangun karier cemerlang dan memperlihatkan sosok diri Anda secara optimal. Saat ini, personal branding masih menjadi istilah rahasia yang tersimpan dalam kotak pandora. Anda perlu membukanya untuk mengetahui dan memahaminya secara mendalam. Jika sudah demikian, Anda bisa bersiap diri untuk membuktikan kekuatan dari personal branding dan merasakan seberapa besar pengaruhnya bagi peningkatan karier Anda.

BAGIKAN HALAMAN INI:



Dior Haute Couture Autumn-Winter 2018-19 - Saksikan eksklusif live streaming Dior Haute Couture Autumn-Winter 2018-19 yang akan dilangsungkan di Paris pukul 2.30 pm waktu Paris atau Pukul 7.30 pm waktu Jakarta.