Presiden Prancis Beri Ampunan Penuh Bagi Narapidana Jacqueline Sauvage

Presiden Prancis, François Hollande melakukan sebuah langkah yang tak terduga. Pada Rabu, 28 Desember 2016, ia memberikan pengampunan penuh kepada seorang perempuan yang telah dijatuhi hukuman penjara karena telah membunuh suaminya sendiri setelah puluhan tahun mengalami kekerasan dalam rumah tangga.

Jacqueline Sauvage dinyatakan bersalah oleh pengadilan pidana pada tahun 2014 dan dijatuhi hukuman 10 tahun penjara. Pada tahun 2012, Jacqueline menembak suaminya, Norbert Marot dari belakang sebanyak tiga kali tembakan menggunakan senapan.

Dilansir dari New York Times, Presiden François mengeluarkan sebuah pernyataan pengampunan untuk Jacqueline melalui kantor kepresidenannya. “Tempat Jacqueline bukan lagi berada di penjara, melainkan bersama dengan keluarganya.” Presiden telah meringankan hukuman Jacqueline Sauvage pada bulan Januari.

Beberapa jam setelah pernyataan tersebut keluar, Jacqueline dibebaskan dari penjara yang terletak di dekat Kota Paris. Carole Marot, salah satu putri Jacqueline memberikan menyatakan rasa haru dan terima kasihnya kepada radio Prancis. “Saya sangat terharu, karena saya tidak menduga hal itu akan terjadi. Terima kasih yang tak terhingga saya berikan kepada Presiden François.”

Jacqueline sendiri telah berada di dalam penjara selama lebih dari empat tahun dan menjadi simbol dalam kasus kekerasan dalam rumah tangga di Prancis. Berdasarkan laporan dari European Union Agency untuk Hak Fundamental pada tahun 2014, kekerasan terhadap perempuan di Prancis memiliki  tingkat yang lebih tinggi  dari pada di negara Eropa lainnya.

Kasus pembelaan diri Jacqueline menimbulkan perdebatan panjang. Dalam persidangan, pengacara Jacqueline mengatakan bahwa Jacqueline telah menembak suaminya setelah bertahan selama bertahin-tahun mengalami kekerasan. Tiga anak perempuan Jacqueline juga bersaksi dalam persidangan bahwa sang Ayah telah melakukan kekerasan fisik dan seksual saat mereka masih remaja.

Kasus ini mulai mendapat perhatian publik sejak munculnya sebuah petisi yang menyatakan presiden harus memberikan pengampunan penuh terhadap Jacqueline telah mengumpulkan sebanyak lebih dari 400ribu tanda tangan. Petisi tersebut menyebar ke seluruh penjuru negeri dan mendapat dukungan dari tokoh politik seperti Walikota Anne Hidalgo dari Paris. Anne membantu membujuk presiden pada bulan Januari untuk meringankan hukuman Jacqueline.

BAGIKAN HALAMAN INI:



Dior Haute Couture Autumn-Winter 2018-19 - Saksikan eksklusif live streaming Dior Haute Couture Autumn-Winter 2018-19 yang akan dilangsungkan di Paris pukul 2.30 pm waktu Paris atau Pukul 7.30 pm waktu Jakarta.