Suzy Hutomo: Selaras Dengan Alam

Melepaskan jabatan CEO The Body Shop Indonesia, Suzy Hutomo saat ini semakin aktif mewujudkan kepeduliannya terhadap lingkungan. Salah satunya adalah dengan merilis sebuah website bernama Sustainable Suzy Maret 2017 lalu. Ide itu terinspirasi dari para generasi milenial yang hingga saat ini masih banyak yang belum mengetahui tentang konsep sustainability.“Saya ingin membuat sesuatu bagi generasi penerus kita nanti, yaitu generasi milenial. Mereka adalah generasi masa depan yang memiliki pemikiran terbuka,” ujarnya. Berhasil membangun bisnis yang ramah lingkungan, Suzy percaya bahwa kita bisa memiliki gaya hidup yang lebih memerhatikan dampaknya terhadap lingkungan. “Menurut saya berbisnis tidak hanya mengenai mencari keuntungan, tetapi juga membawa perubahan positif bagi masyarakat dan lingkungan.”

Upayanya untuk menyeimbangkan antara bisnis dan kepeduliannya terhadap lingkungan juga sangat menantang. Di The Body Shop, Suzy harus melatih dan mengenalkan karyawannya kepada konsep sustainability. Selain menantang, membuat bisnis dapat sejalan dengan kepeduliannya terhadap lingkungan juga cukup rumit. Salah satunya adalah usahanya untuk menerapkan program menanam pohon dan kegiatan sosial lainnya untuk karyawannya yang sudah mencapai 1300 orang.

Selain fokus pada Sustainable Suzy, ibu tiga anak ini juga aktif dalam berbagai organisasi sosial yang sebagian besar juga berfokus pada lingkungan. Suzy juga bercita-cita agar Sustainable Suzy dapat menjadi saluran online dan gaya hidup yang dapat diikuti banyak orang. Dalam kehidupan personalnya, komitmen Suzy pada lingkungan ia terapkan pada rumahnya yang memiliki 68 panel surya. Bersama suaminya, ia membudidayakan ikan lele untuk mengolah sampah organik, selain berkomitmen menanam pohon untuk setiap perjalanan yang ia lakukan. “Transportasi memproduksi emisi yang sangat tinggi. Karena itu, saya sekeluarga berkomitmen untuk menanam sejumlah pohon untuk setiap perjalanan yang kami lakukan.” Walau berhasil sebagai seorang enterpreneur, Suzy tidak keberatan menyandang sebutan aktvis sosial. “Saya pikir aktivis memerupakan hal yang sangat penting dilakukan karena itulah cara bagaimana kita dapat berkontribusi pada perubahan sosial,” ujarnya.

BAGIKAN HALAMAN INI: