Tubuh Sempurna Pasca Melahirkan!

Melahirkan merupakan proses yang tidak hanya mengubah bentuk tubuh, namun juga mengubah sisi emosional dan cara berpikir Anda sebagai perempuan. Marie Claire Indonesia membagi pandangan Sigi Wimala, Karen Carlotta, dan Andien Aisyah yang memiliki tiga pengalaman distingtif, insightful dan inspiratif.

 

KAREN CARLOTTA

Ibu dari tiga anak ini, Kai Caleb (5 tahun), Kane Ciro (4 tahun), dan Kyo Carlo (1 tahun), telah menga­la­mi masa kehamilan yang tidak kalah berat dengan pe­ngalamannya mengenai berat badan. Saat kuliah, Ka­ren sempat mengalami bulimia selama enam bu­lan. “Waktu di universitas, tuntutan untuk menjadi kurus di antara teman sangat tinggi. Saya sangat susah me­nurunkan berat badan walaupun sempat menjalani olahraga, hingga konsultasi ke dokter. Saat itu kondisi saya sangat parah; berhenti haid, rambut rontok, sangat kurus hanya 39,5 kg. Saya hanya mengonsumsi semangka, sepotong roti, dan ubi Cilembu setiap hari.”

“Fatal akibatnya jika saya terus mengurus semua hal sendiri.”

TRUE MOTHERHOOD

Ketika Karen menjadi ibu, ia dihadapkan dengan tuntutan multitasking yang membuatnya melepas kekhawatirannya akan peran babysitter, ataupun pihak keluarga dalam membantu mengurus anaknya. “Saya ibu yang sang­at posesif. Bahkan ketika mertua atau suami saya meme­gangnya pun saya merasa, ‘what are you doing with my child?’. Ba­by blues yang saya alami juga karena kecapai­an. Karena hectic, waktu tidur berkurang, apalagi bila anak sedang bandel banget.” Menyikapi hal itu, Karen tersadar untuk membuang kecemasannya pada kehamilan Ciro yang terjadi saat Kai berusia tiga bulan. “Karena masih mengurus Kai dan sedang hamil, dokter menjelaskan bahwa air ke­tuban saya sangat sedikit, sehingga bisa fatal akibatnya jika saya terus mengurus semua hal sendiri.” Saat itu Karen yang sedang mengurus kue-kuenya untuk resto­r­an UNION akhirnya memilih untuk memper­cayakan seba­gian tugas kepada babysitter. Untuk urusan berat badan, Ka­ren justru tidak mengalami masalah signifi­kan, terutama pasca me­lahir­kan. Fase menyusui me­­­­­­rupa­kan salah sa­tu yang menyebabkan berat badannya stabil. Namun mo­od dan hormon imbalan­ces menyebabkan morning sickness, sehingga Ka­ren sa­ngat berat dan susah me­ngonsumsi makanan. “Pa­­da kehamilan anak pertama saya me­nga­lami kenaikan berat badan 12 kg. Hamil anak ke­dua naik 9 kg, dan hamil anak ketiga bertambah 8 kg. Sete­lah melahirkan, penurunan berat badan saya dipenga­ru­hi oleh kegiatan mengurus anak dan pekerjaan. Rumah saya empat lantai, dan tiap hari naik turun tangga sa­ngat menguras ener­gi. Ditambah bila anak-anak minta digendong.” Untuk urusan olahraga, Karen lebih menyukai kickboxing daripada lari di treadmill. Faktor ngidam selama kehamilan pun membuat berat badannya lebih stabil. Saat keha­mi­lan kedua, ia cenderung menyukai segala jenis seafood, padahal Karen tidak pernah menyukai seafood sebelumnya. “Saat itu saya suka makan grilled fish hanya dengan garam, dan saya merasa mungkin karena makanan laut tinggi akan kolagen dan omega 3 se­hingga kulit saya jauh le­bih lembut. Begitu pula sa­yuran, saya su­ka mengudap eda­ma­me, labu siam dan buncis yang di­rebus.”

Bodylicious with…

 

Body Shaping Cream, Clarins

Healthy boiled snacks, Edamame

Boxing gloves, Adidas

 

Fotografi Karen Carlotta: Ila Schaffer.

 

SIGI WIMALA

Model dan aktris Sigi Wimala yang aktif dan gemar berolahraga, menjadi lebih curvy setelah melahirkan. Bahkan Sigi menjadi salah satu Ni­ke Indonesia Influencer pada tahun 2008. Si­gi aktif menggunakan aplikasi Nike+ dan ber­­bagi mengenai kegiatan olahraganya di akun Instagram pribadi. Namun, saat melahirkan anak pertama, Ma­xine Sara, pada tahun 2010, Sigi yang rutin berolahraga pun masih mengalami fase melahirkan yang cukup berat. Setelah melahirkan, beberapa faktor seperti proses melahirkan yang cukup sakit dan lama membuat “trauma secara fisik dan mental.” Adaptasi Sigi selama pindah rumah, dan merasa tidak produktif selama enam bulan mengurus anak pertamanya, menjadi beberapa faktor baby blues. “I was fighting my ego,” ucapnya. Tidak jarang sa­­­ya me­nangis di kamar mandi selama tiga bulan pertama.” Ba­by blues yang ia alami setelah kelahiran anak perta­ma telah mendorongnya untuk mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan jauh lebih awal saat mengan­dung anak ke-2, Alex Abigail yang lahir pada Januari 2016. “Saya berolahraga selama hamil agar memperkuat tubuh saya saat melahirkan secara normal dan berharap pe- ngalamannya tidak akan sesakit yang pertama. Saya me­nyiapkan ruangan kerja yang nyaman agar saat saya pulang, saya bisa langsung kerja dari rumah sambil mengurus anak. Untuk makanan, saya mengonsumsi catering confinement meals untuk 40 hari pertama, yang sangat membantu pemulihan.”

“Saya berolahraga selama hamil agar memperkuat tubuh saya saat melahirkan normal, berharap pengalamannya tidak akan sesakit yang pertama.”

WORK WITH THE FAMILY

Sigi sangat menikmati perannya sebagai ibu. Dengan aktivitasnya yang cukup padat, menyutradarai iklan TV, film pendek bersama Luna Maya pada tahun 2010, dan film saya, Pintu Harmonika yang dirilis tahun 2012, juggling pekerjaan di luar dan di dalam rumah menjadi tantangan utama Sigi yang tidak memiliki babysitter hingga saat ini. Setelah melahirkan anak pertama, Sigi giat berolahraga lari setiap hari, paling tidak satu jam sehari. “Saya punya target untuk ikut maraton, satu tahun se­­telah melahirkan Maxine. Sedangkan dengan Alex, saya jarang sekali bisa berolahraga. Saya harus benar-benar mencari waktu di saat dia tidur siang. Bagi Sigi, ia tetap menjalankan olahraga di antara kesibukannya sebagai ibu. Si­gi pun menyarankan untuk berolahraga saat ha­mil, sehingga kuat saat melahirkan, otot lebih mudah pu­lih, dan kencang setelah melahirkan. Sigi menyadari untuk lebih realistis saat menentukan goals untuk bentuk tubuhnya pasca melahirkan. “Saya makin mengenal tubuh dengan segala keterbatasan dan kelebihannya.”

Bodylicious with…

Watch Sport, Apple

Headset, Beats by Dre

Nike + Running App, Nike

 

Fotografi Sigi Wimala: Avatara88.

 

ANDIEN AISYAH

“Saya berolahraga selama hamil agar memperkuat tubuh saya saat melahirkan normal, berharap pengalamannya tidak akan sesakit yang pertama.”

Kelahiran Askara bulan Januari tahun ini tidak membuat bentuk tubuh Andien Aisyah terlihat berbeda. Pada akun instagram pribadinya, Andien aktif terlihat berolahraga selama kehamilan. Andien yang telah berhenti mengonsumsi nasi se­jak tahun 2009, membatasi asupan karbohidrat hingga dua kali seminggu. “Dalam dua kali seminggu, saya be­bas memakan karbohidrat apapun namun hanya selama empat jam,” ucap Andien. Berbeda dengan sebagian orang yang masih ragu untuk melakukan olahraga sela­ma kehamilan, Andien justru giat melakukan pilates, yo­ga, aquarobic, tai chi, hingga jalan kaki. “Saya melakukan olahraga hingga minggu ke-37, dan pada hari H-6 menjelang kelahiran, saya masih mengambil pekerjaan saat tahun baru dan menyanyikan 12 lagu.” Untuk makanan, Andien memang tidak membatasi apapun, namun ia le­bih memerhatikan asupan setiap harinya selama dan sete­lah kehamilan agar lebih banyak mengonsumsi yang sehat dan diperlukan untuk sang bayi, se­per­ti memperba­nyak sayur dan protein. “Pengertian untuk makan segala macam hal saat hamil sering disalaharti­kan banyak orang. Le­bih baik Anda mengonsumsi maka­nan yang di­perlukan dalam pembentukan sel-sel bayi dalam kan­du­- ngan Anda agar tidak mengalami kenaikan berat badan yang terlalu tinggi,” ujar Andien mengenai kenaikan berat badan proses penurunan berat badan se­telah melahirkan.

“Dua kali seminggu, saya bebas memakan karbohidrat apapun namun hanya selama empat jam.”

EASY DAYS

Pasca melahirkan, Andien sudah berjanji pada dirinya sen­­diri agar tidak ngoyo dalam berolahraga hingga fase me­nyusui yang ia akan penuhi selama enam bulan. “Sete­lah 40 hari, saya melakukan pilates dua kali seminggu. Namun sekarang ini saya hanya melakukan sekali seming­gu karena jadwal yang sangat padat,” ucapnya. Berbagi pengalaman tentang menyusui, Andien mengaku bahwa ketika ia mengonsumsi sayuran apapun, jumlah ASI akan jauh lebih banyak ketimbang saat mengonsumsi karbohidrat. Andien yang melakukan water birth di kediamannya sendiri dengan bantuan seorang bidan menyatakan tidak mengalami baby blues. “Saya tidak mengalami ba­by blues, mungkin karena saya sudah melakukan banyak per­siapan untuk kehamilan ini. Hormon oksitosin yang sangat penting untuk ASI pun saya percayai sekali akan memengaruhi jumlah ASI yang sangat banyak, terutama ketika hormon tersebut ‘meluap-luap’.” Saat ini Andien hanya memiliki lima kilogram kelebihan berat badan setelah melahirkan. Aktif menyusui secara langsung kepada Askara dan menikmati aktivitas sehari-hari, membantu tubuh Andien tetap fit.

Bodylicious with…

Coco Rose, Herbivore

Organic Green Vegetables

Pilates at Pilatology

Fotografi Andien Aisyah: Hendra Kusuma.

 

BAGIKAN HALAMAN INI: