8 Perempuan Berbagi Visi Antar Generasi di Visi Pemuda 2030

 

Hampir setengah dari populasi Indonesia adalah perempuan. Namun hanya 5-10% saja dari posisi manajemen tertinggi yang dipegang oleh perempuan. Hal tersebut nampaknya disebabkan oleh isu kesetaraan gender di dunia kerja. Isu tersebut juga membuat Indonesia menempati posisi ke-88 dari 144 negara untuk kesetaraan gender.

Pada 20 Oktober 2017 lalu, dalam rangka merayakan dua tahun Sustainable Development Goals (SDGs), Indonesia Business Coalition for Women Empowerment (IBCWE) bekerja sama dengan UNDP, UN Women, dan AIESEC menggelar forum pemuda yang membahas tentang SDGs secara menyeluruh, dan Tujuan 5 yakni Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan secara khusus.

Forum tersebut menghadirkan pembicara-pembicara kompeten dari berbagai bidang dan perusahaan, di antaranya Dayu Dara, VP PT. GO-JEK Indonesia; Shinta Nurfauzia, Founder/ CEO Lemonilo; Donna Priadi, Direktur Government Affairs & Policy GE Indonesia; Rochmad Siddhiqie, Direktur AIESEC; Nareswari Chaerani Nurjaman, KSP, Global Ambassador for Girls 20 2017; Anne Patricia Sutanto, Direktur P.T. Pan Brothers Tbk; dan Romy Cahyadi, Direktur Eksekutif UnLtd Indonesia.

Acara ini dibuka oleh sambutan dari Shinta Kamdani, Ketua Dewan Pembina IBCWE; Anita Nirody, Koordinator Residen PBB/ Perwakilan Residen UNDP; Sri Danti Anwar, perwakilan Yohana Yembise, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

“Banyak perempuan bekerja di bidang ekonomi, dengan perlindungan sosial, kita melihat banyak perempuan berpartisipasi. Mari jangan dilupakan bahwa dunia telah berubah, saat ini semakin banyak kesempatan untuk perempuan keluar dari tradisi dan lingkungannya. Ketika berbicara tentang ilmu pengetahuan, politik, seni dan lain-lain, banyak sekali kesempatan untuk perempuan. Perempuan dibutuhkan untuk terlibat, dan membutuhkan kemampuan untuk keterlibatannya. Dunia berubah, sebagai perempuan kita butuh terlibat dalam kepemimpinan, pendidikan, dan kita perlu melihat kebijakan dan legislasi yang kadang mendiskriminasikan perempuan,” ungkap Anita Nirody saat membuka acara Visi Pemuda 2030.

Dalam sesi pertama, Shinta Nurfauzia, Dayu Dara, Nariswari Chaerani Nurjaman, dan Rochmad Siddhiqie diberikan kesempatan untuk menyampaikan visi mereka mengenai kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan untuk tahun  2030 mendatang.

“Visi saya untuk di tahun 2030 nanti, 50% dari pemimpin bisnis atau pelaku usaha adalah perempuan. Kita harus berhenti mengakui dan mengeksekusi kultur bahwa perempuan suatu hari nanti harus berhenti bekerja. Karena bukan gender yang menentukan siapa yang harus berhenti bekerja,” ungkap Shinta Nurfauzia saat menyampaikan visinya untuk tahun 2030 mendatang.

Yang menarik, apa yang disampaikan oleh Shinta, Rochmad dan Dayu akan direspon oleh tim panelis yang relatif lebih dulu menjadi pionir dan pemimpin di bidangnya masing-masing, yakni Anne Patricia Sutanto, Vice President Director PT. Pan Brothers, Donna M. Priadi, Direktur Government & Policy Affairs General Electric Indonesia, dan Romy Cahyadi, CEO UnLtd Indonesia.

“Kesetaraan antara perempuan dan laki-laki mungkin tidak akan terjadi dalam waktu yang bersamaan. Namun perempuan akan menyusul ketinggalan tersebut dan perempuan akan setara dengan laki-laki dalam waktu yang tepat,” tutur Donna Priadi, Direktur Government & Policy Affairs General Electric Indonesia.

Pilihan format acara ini berupaya untuk menunjukkan pertukaran pengalaman serta pandangan dari kedua generasi yang diharapkan akan melahirkan inisiatif-insiatif ‘segar’ sebagai bentuk kontribusi pada akselerasi agar Indonesia mampu mencapai Tujuan 5 (Kesetaraan Gender) dari Tujuan Pembangunan Keberlanjutan (SDGs) di 2030 mendatang.

Acara yang juga digelar sekaligus untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda ini mendapat respon yang sangat positif dari para mahasiswa dan mahasiswi yang hadir. Sebagai calon pemimpin di masa yang akan datang, para generasi muda harus lebih banyak diedukasi mengenai kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan agar perempuan sudah mendapat banyak kesempatan untuk berkarya dan memimpin dalam segala bidang saat tahun 2030 tiba.

BAGIKAN HALAMAN INI:



Dior Haute Couture Autumn-Winter 2018-19 - Saksikan eksklusif live streaming Dior Haute Couture Autumn-Winter 2018-19 yang akan dilangsungkan di Paris pukul 2.30 pm waktu Paris atau Pukul 7.30 pm waktu Jakarta.