Maudy Ayunda: “Mimpi Saya Sebenarnya Adalah Menjadi Guru”

Cincin dan patent leather loafers, Kate Spade. Turtleneck dan jacquard dress, Fendi.

Sempat vakum beberapa lama dari dunia akting, baru-baru ini Maudy Ayunda kembali muncul dalam film Trinity, The Nekad Traveler. Selain sibuk bermain film dan syuting iklan, saat ini ia juga sedang mempersiapkan album ketiganya.

Dengan senyuman manis dan gaya tubuhnya yang ramah, Maudy Ayunda berpose di depan kamera pada sesi pemotretan majalah Marie Claire Indonesia, Februari lalu. Sesekali ia memperlihatkan gaya fun dengan memainkan mimik mukanya yang membuat suasana pemotretan menjadi lebih ceria. Memulai karier di usia belia, membuat Maudy Ayunda semakin mantap melangkahkan kakinya di dunia entertain hingga saat ini. Selain bersinar di bidang seni peran, aktris yang bernama lengkap Ayunda Faza Maudya, juga berkarya lewat alunan musik. Tidak sekadar bernyanyi, ia pun juga menciptakan lagunya sendiri dan juga pernah mengisi soundtrack pada filmnya yakni Perahu Kertas. Dengan segudang prestasi yang ia raih di dunia hiburan, tidak membuat dara kelahiran 19 Desember 1994 ini melupakan kewajibannya di dunia pendidikan. Tahun 2013 silam ia mengambil keputusan untuk berkuliah di Oxford University, Inggris dengan jurusan P.P.E (Politics, Philosophy, and Economics), dan berhasil lulus pada tahun 2016 lalu. Setelah kepulangannya meraih ilmu, ia berkutik lagi di dunia seni peran dengan bermain film Trinity, The Nekad Traveler. Simak wawancara kami bersama Maudy berikut ini.

Anting dan cincin, Kate Spade. Velvet suit, Michael Michael Kors.

Selain meluncurkan film layar lebar, apa kesibukan Anda saat ini?
Saat ini saya sedang sibuk mempersiapkan album ke tiga yang rencananya akan launching pada pertengahan tahun ini, jadi sekarang sedang sibuk workshop, menulis lagu, dan sebagainya. Selain itu saya juga masih sibuk menyanyi off-air dan on-air juga. Dan rencananya film terbaru saya juga akan keluar bulan Maret jadi sudah mulai ada promotion juga seperti press conference. Selain itu saya juga syuting iklan, dan menjadi brand Ambassador L’oreal juga.

Apa yang membedakan album ketiga ini dengan album sebelumnya?
Album ini sebenarnya penting, karena seperti album come back. Saya baru pulang dari Inggris untuk kuliah dan juga di album ini memiliki perbedaan yaitu ada proses pendewasaan daripada album-album yang kemarin. Sound-nya sudah berbeda dengan album sebelumnya. Di album ini rencananya saya akan menulis lagunya secara full juga.

Apa yang menjadi inspirasi Anda ketika menulis lagu itu?
Saya bisa mendapatkan inspirasi dari berbagai hal, bisa dari pengalaman pribadi, atau dari sekitar saya saja. Ketika menulis lagu ini pun tergantung keadaan mood dan inspirasi, saya bisa menciptakan lagu selama dua hari penuh atau bisa dua jam atau bisa dua minggu juga.

Anda sudah bermain di beberapa film dengan beberapa pemain laki-laki dan perempuan, menurut Anda lebih mudah bermain dengan lawan laki-laki atau perempuan?
Kalau bermain film dengan pemain perempuan suasana lebih cepat cair, karena kalau bertemu sesama perempuan biasanya satu bahasan pun bisa jadi panjang dan banyak topik yang bisa diperbincangkan. Namun kalau bermain film dengan pemain laki-laki lebih harus banyak melakukan pendekatan dengan cara mengobrol.
Apa yang Anda lakukan untuk menyatukan chemistry dengan lawan main laki-laki?
Biasanya kami lakukan selama proses reading, selain itu yang jelas harus merasa nyaman, dan setiap orang memiliki karakternya yang berbeda-beda, ada orang yang baru pertama kali bertemu sudah nyaman. Tetapi ada yang harus diajak ngobrol dulu.

Lalu apa next plan Anda?
Rencana ke depan saya ingin melanjutkan kuliah S2 lagi, untuk bidangnya saya masih ada beberapa pilihan dan masih berpikir juga. Selain itu saya juga memulai aktivitas menjadi speaker. Jadi saya merasa itu bisa menjadi sesuatu yang menarik lagi.

Apa yang melatarbelakangi Anda untuk tetap melanjutkan pendidikan?
Saya tidak pernah bermimpi untuk terus mengarah ke dunia kreatif ini. Memang saya sangat suka dengan dunia kreatif, namun ini saya jadikan sebuah hobi saja. Justru dari dulu mimpi saya ingin menjadi guru. Karena saya sangat suka sekolah dan saya berpikir bagaimana saya bisa kembali lagi ke sekolah setelah selesai sekolah. Jalan satu-satunya adalah menjadi seorang guru.

Mengapa akhirnya memilih bidang P.P.E (Politics, Philosophy, and Economics)?
Dari dulu saya suka membaca dan menulis, dan bidang ini mengharuskan saya melakukan kedua hal tersebut dengan rutin. Selain itu, dari dulu, saya menyenangi sastra inggris dan sastra itu menurut saya sebuah subjek yang sangat dekat dengan filsafat. Kemudian dalam bidang tersebut ada subjek ekonomi dan saya sangat suka mempelajari ekonomi. Untuk bidang politik, saat ini saya belum tahu akan enjoy atau tidak, tapi dijalani saja dulu.

Apakah ada kemungkinan Anda akan berkarier di dunia professional dan melepaskan dunia hiburan?
Kemungkinan itu ada, namun saya tidak mengetahui arah ke depannya seperti apa.Karena bagi saya, di dunia kreatif ini memang ada aspek yang sangat saya sukai yaitu akting dan bernyanyi.

 

Fotografi: Nurulita, Marie Claire Indonesia April 2017.

BAGIKAN HALAMAN INI:



Dior Haute Couture Autumn-Winter 2018-19 - Saksikan eksklusif live streaming Dior Haute Couture Autumn-Winter 2018-19 yang akan dilangsungkan di Paris pukul 2.30 pm waktu Paris atau Pukul 7.30 pm waktu Jakarta.