Social Instinct: Anindita Sitepu Dalam Memimpin Organisasi CISDI

Dibesarkan dalam keluarga dan oleh ibu yang memiliki jiwa aktivisme, membuat Anindita Sitepu terpapar terhadap isu-isu sosial sejak dini. Ia mengenyam pendidikan master di luar negeri dan memiliki prospek karier menjanjikan di negeri Belanda yang nyaman. Namun perhatian pada isu sosial memanggil jiwanya untuk pulang ke Indonesia dan menyalurkan kemampuannya pada isu kesehatan masyarakat. Sempat ikut menyukseskan program PBB MDG’s di Indonesia, saat ini ia meneruskan program-program tersebut dalam organisasi CISDI.

F: Anda baru saja kembali dari Filipina. Apa yang Anda lakukan di sana?

Anindita : Saya di sana untuk mengikuti workshop Youth leader bersama 75 orang lain dari negara se-Asia Tenggara. Kami diberi training mengenai banyak hal dalam memimpin organisasi sosial. Training ini sangat berguna bagi saya dalam mengelola CISDI. Negara Amerika Serikat memiliki program yang sama, dan program ini diluncurkan tahun 2013 lalu oleh Presiden Barack Obama.

FS: Ceritakan tentang CISDI

Anindita : CISDI berdiri tahun 2014 sebagai kelanjutan program MDG’s yang berakhir pada tahun tersebut. Kami meneruskannnya karena melihat apa yang kami lakukan sebagai tim dalam MDG’s sudah bagus dan sayang untuk dibubarkan ketika program sudah selesai. Jadi kami memutuskan untuk bertransformasi menjadi NGO. Karena secara secara organik timnya adalah anak yang muda-muda, jadi isu yang lebih ke isu-isu pemuda dalam pembangunan, dimana pemuda itu  tidak jadi cuma objek tetapi juga dapat mempengaruhi kebijakan yang bermuaranya di kesehatan.

FS: Anda sendiri bagaimana ceritanya waktu itu terlibat dalam tim program MDG’s?

Anindita: Latar belakang saya adalah Psikologi Kesehatan, dan ketika saya lulus S2 di Universitas Leiden, Belanda, saya sempat bekerja di sana, praktek konseling. Namun kemudian saya berpikir, ilmu saya akan sangat bermanfaat untuk Indonesia. Karena jika saya tetap di sana, kemungkinan besar saya akan dikirim ke negeri seperti Afrika. Ketika saya berpikir untuk pulang ke Indonesia, saya melihat program MDG’s dan lalu melamar ke program ini. Setelah diterima saya malah diminta jadi staf tetap. Di sini saya merasa apa yang saya pelajari benar-benar saya aplikasikan dalam pekerjaan saya dan memberi manfaat pada masyarakat. Pertama, karena di Indonesia, kebanyakan orang tidak bekerja sesuai dengan latar belakang mereka. Selain itu, di Indonesia masih jarang yang mendalami psikologi kesehatan dan saya ingin bekerja untuk sesuatu yang berguna bagi masyarakat.

FS: Anda pasti sudah memiliki pekerjaan yang steady dan hidup nyaman di Belanda. Apa yang mendorong keinginan untuk berbuat banyak pada masyarakat ini?

Anindita: Mungkin karena latar belakang keluarga. Jadi ibu saya termasuk seorang aktivis, sehingga saya dari kecil sudah terbiasa dengan isu-isu seperti social justice, kebhinekaan, keragaman di Indonesia. Sehingga ketika saya masuk MDG’s dan waktu itu baru mau bikin Pencerah Nusantara, saya jadi sangat tertarik.

FS: Apa saja program yang Anda lakukan di CISDI?

Anin : Kami memiliki program Pencerah Nusantara yang tahun ini sudah rekrutmen angkatan ke-5. Pencerah Nusantara ini fokus pada kesehatan ibu dan anak, selain juga gizi. Ini adalah masalah yang menjadi isu di setiap daerah kerja sampai ke Papua. Angka kematian ibu masih sangat tinggi, angka malnutrisi kita masih jelek, jadi fokusnya itu. Dan di Pencerah Nusantara kami juga sudah mulai masuk ke pengendalian merokok. Kami melihat dalam implementasi Pencerah Nusantara, ternyata banyak masalah yang terkait merokok dan untuk masalah ini kami targetkan ke anak muda.

FS: Ada isu lain yang menjadi fokus Pencerah Nusantara?

Anindita: Program Pencerah Nusantara adalah pelayanan kesehatan primer yang sudah termasuk pencegahan, penyakit menular, penyakit tidak menular, kesehatan ibu,dan termasuk ke pengendalian reproduktif.  Karena tim kami kecil, kami tidak bisa intervensi  ke semua isu kesehatan di dunia ini, jadi kami pilih dari kekuatan kami, kami bisa fokus kemana. Kenapa memilih tembakau, karena kami sudah pernah membuat kajian tentang dampak pengendalian tembakau ke 17 aspek, dan kita lihat bahwa produksi tembakau itu mempengaruhi ke 17 aspek itu, jadi produksi tembakau itu mempengaruhi dari segi kesehatan , dari segi ekonomi, tata kelola, jadi supaya ini mungkin adalah yang strategis.

FS: Seperti apa detail pengerjaan program Pencerah Nusantara ini?

Anindita: Tujuan kami adalah memperkuat layanan kesehatan primer seperti puskesmas yang bisa dilakukan oleh tim. Tim yang terdiri dari tenaga kesehatan dan non kesehatan. Jadinya satu tim itu terdiri dari dokter, bidan, perawat, ahli kesehatan masyarakat dan juga pemerhati kesehatan yang juga terdiri dari berbagai latar belakang kesehatan. Jadi, mereka selama setahun mengabdi di daerah terpinggir di Indonesia. Untuk yang pertama adalah pusat pelayanan puskesmas, yang kedua community empowerment, terus yang di daerah itu dari pencerah nusantaranya selama tiga tahun. Jadi gantian, per tahun.

FS: Ketika mereka di daerah tujuan, apa yang mereka lakukan?

Anindita: Tujuan utamanya adalah memperkuat manajemen kesehatan di puskesmas. Kemudian mereka juga melakukan assessment kebutuhan masyarakat. Jadi, mereka survey, melihat kebutuhan dan mereka bikin program berdasarkan kebutuhan. Kami memiliki akun instagram, jadi bisa dilihat apa saja yang dilakukan oleh tim setiap hari.

FS: Bagaimana keberhasilan angkatan-angkatan sebelumnya?

Anin :Kami sudah melihat keberhasilan di tujuh tempat yang standar pelayanan minimum puskesmasnya meningkat. Jadi, itu saja udah jadi indikator yang sangat baik, sebenarnya gara-gara itu, pencerah nusantara diadopsi sama kemenkes terus namanya jadi nusantara sehat. Selain pelayanan yang meningkat, juga makin banyak komunitas-komunitas yang aktif. Jadi di setiap daerah sudah ada komunitas pemuda yang sudah mandiri. Mungkin karena tim pencerah nusantara yang muda-muda, sehingga lebih gampang untuk approach.

FS: Untuk proses rekrutmen bagaimana?

Anindita: Waktu launching pencerah nusantara angkatan pertama hanya melalui media sosial karena kami tidak punya uang untuk iklan. Melalui sosial media saja kami sudah menerima 1000 pendaftar dan angkanya terus naik hingga saat ini. Menurut kami, pemuda sangat ingin menjadi bagian dari gerakan sosial, apalagi perempuan. Jumlah perempuan yang mendaftar dan lolos program selalu lebih banyak. Kami melihat perempuan betul-betul memiliki passion untuk mengabdikan diri.

FS : Berbicara mengenai isu perempuan, apa program CISDI yang fokus pada perempuan?

Anindita : Karena kesehatan ibu dan anak jadi fokus kami, jadinya yang kami perhatikan adalah akses perempuan ke layanan. Mereka harus tahu apa saja hak-hak mereka dalam konteks menjaga kesehatannya sendiri dan bahwa perempuan bisa mandiri untuk membuat keputusan yang terkait tubuhnya. Ini juga termasuk hak anak, kehamilan dini. Jadi kami melihat isu perempuan dari mereka lahir. Hak anak itu termasuk hak bermain dan bukan bekerja karena seringkali anak-anak di daerah itu sudah bekerja. Hak untuk sekolah. Biasanya di keluarga tidak mampu kan yang didahulukan adlah anak laki-lakinya, sementara anak perempuan disuruh jaga adik di rumah. Ada naka perempuan yang disuruh kawin biar keluarganya bisa dapat uang. Jadi kita di setiap tahap perkembangan perempuan itu sudah banyak kita yang mempengaruhi nantinya ke kesejahterannya dia nantinya gimana.

FS: Berbicara tentang diri sendiri, bagaimana perasan Anda melakukan pekerjaan dan kegiatan sehari-hari seperti ini?

Anindita: Perasaan yang paling terasa adalah saya selalu bersemangat datang ke kantor. Saya pikir tidak semua orang merasakan begitu terhadap pekerjaan mereka.Punya kekuatan untuk betul-betul mengaplikasikan dan mempelajari di kerjaan itu juga itu salah satu faktor yang bikin saya semangat. Terus semenjak saya bergabung di MDG’s saya merasa lebih kenal Indonesia. Saya lahir dan besar di Jakarta, kemudian luar negeri. Jadi saat ini saya jadi bisa keliling daerah, bertemu masyarakat, dan merasa bisa lebih mengenali Indonesia. Saya juga bahagia punya kesempatan untuk sharing dengan anak-anak muda lain.

FS: Apa personal achievement yang ingin Anda raih ke depannya?

Anindita : Saya masih akan fokus di bidang kesehatan. Saya juga punya passion untuk aktif dalam isu kebhinekaan dan persatuan karena menurut saya Indonesia makin lama makin intoleran. Kemudian masih di ranah masyarakat sipil, karena kerja kami lebih dinamis. Tapi yang aku ingin adalah sekarang membangun bidang psikologis kesehatan di Indonesia.

Teks: Fitria Sofyani

BAGIKAN HALAMAN INI:



Dior Haute Couture Autumn-Winter 2018-19 - Saksikan eksklusif live streaming Dior Haute Couture Autumn-Winter 2018-19 yang akan dilangsungkan di Paris pukul 2.30 pm waktu Paris atau Pukul 7.30 pm waktu Jakarta.

What’s On

  • 1 February 2019

    Koleksi Activewear GUESS Siap Menemani Waktu Olahraga Anda

  • 28 December 2018

    Be More Luxe with Karen Millen Holiday 2018

  • 24 December 2018

    Seri Liquid Lip Balm Oleh Bobbi Brown

  • Kolaborasi BECCA Dengan Khloe Kardashian #BECCABFFs

    Keluarga Kardashian-Jenner memang tidak asing di dunia kosmetik dan kecantikan. Anak bungsu dari keluarga Kardashian, Khloe Kardashian dan sahabat sejatinya, Malika Haqq, berkolaborasi dengan BECCA Cosmetics untuk meluncurkan koleksi #BECCABFFs. Dalam koleksi ini Anda akan menemukan 4 warna lipstick baru, 2 palet wajah dan tentunya highlighter! Bronze, Blush & Glow Palette ini tersedia dalam 2 pilihan, satu dari Khloe dan satu lagi dari Malika. Kedua palet ini menyediakan bronzer, highlighter dan 2 warna blush. Raih tampil bronzed goddess dengan palet With Love By Khloe. Demikian, dengan With Love By Malika, Anda dapat mencapaikan makeup yang tampak merona dengan warna-warna blush yang terang. [gallery size="full" ids="9326,9329"] Tentunya Khloe dan sahabatnya Malika juga meluncurkan 4 lipstick baru, dua diantaranya dari Khloe dan dua lainnya dari Malika. Khloe dan Malika membuat warna-warna yang mirip namun tetap unik dari satu sama lain. Dengan pilihan lipstick dari Khloe, Anda akan menemukan 1 lipstick merah yang dinamakan Khloe's Hot Tamale dan 1 lipstick nude yang dinamakan Khloe's Cupid Kiss. [gallery size="full" ids="9322,9323"] Malika menyediakan pilihan warna yang lebih gelap, namun tetap mencolok. Malika's Brave adalah warna merah sejati yang lebih cool toned. Kemudian ada warna nude juga yang dinamakan Malika's Yours Truly.   [gallery size="full" ids="9324,9325"] Glow Letters ini merupakan highlighter yang dicetak dalam blok-blok bentuk huruf dan bentuk hati. Blok huruf merupakan highlighter warna champagne emas yang akan memantul cahaya untuk efek yang blinding. Lalu, blok berbentuk hati adalah bronzer dengan shimmer yang akan menghangatkan warna kulit namun tetap menyala seperti highlighter.

    khloe kardashian Koleksi ini akan segera hadir di toko-toko resmi BECCA pada tanggal 22 Desember.

  • 20 December 2018

    Volupté Plump-in-Color Dari YSL Beauty